Selasa, 24 Desember 2019

Laporan V

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

Nama
: M Ricko Setiawan K
Nim 
: 1611016310015

Judul Praktikum : Konfigurasi Web Server dan Simulasi VLAN pada Cisco Packet Tracer
    Hasil & Pembahasan Praktikum :
Menu Web Server yang terdapat pada aplikasi Cisco Packet Tracer adalah salah satu fasilitas yang terdapat pada aplikasi yang dimana kita bisa menambahkan secara manual script HTML kita di dalam Server dan nantinya ada satu halaman bisa di akses melalui PC Client. Kita bisa desain halaman tersebut sesuai keinginan kita tergantung bagaimana tampilan yang kita akan buat nanti. Sebetulnya cara ini tidak terlalu sulit dalam menerapkannya dalam Aplikasi Cisco Packet Tracer.
Pemisahan suatu jaringan secara logis pada perangkat switch, dengan adanya VLAN dimungkinkan satu jaringan lokal dapat dibagi menjadi beberapa segmen dengan beberapa broadcast domain berdasarkan fungsinya (organisasi, divisi, kelompok, dsb) dan tidak bergantung pada lokasi fisik dimana dia berada. VLAN dipisahkan secara logik bantuan software pada switch.
Pada umumnya sebuah switch merujuk pada satu buah jaringan dengan satu broadcast domain karena switch bekerja pada layer 2 (data link) sehingga hanya bisa menghubungkan satu network saja dengan VLAN mengijinkan banyak subnet dalam jaringan yang menggunakan switch yang sama.
Prosedur Praktikan :
A.      Konfigurasi Web Server
1.         Pertama membuat desain web server
2.      Langkah selanjutnya mengatur IP Address untuk PC

3.      Berikutnya mengatur IP address web server

4.      Melakukan pengecekan dengan melakukan ping

5.      Mengatur halaman web pada webserver, pilih services dan http lalu pilih index.html atau membuat file baru atau mengedit sesuai keinginan

6.      Berikutnya membuat file gallery.html atau mengedit sesuai keinginan
7.      Buka web browser, masukkan URL IP address webserver dan hasilnya
B.     Simulasi Jaringan VLAN
1.         Pertama desain jaringannya seperti ini
2.      Lalu sambungkan dengan kabel straight dan sambungkan untuk LAB A pilih FastEthernet 0/1 dan seterusnya

3.      Lalu sambungkan dengan kabel straight dan sambungkan untuk LAB B pilih FastEthernet 0/11 dan seterusnya


4.      Ubah Ip address dan default gateway server LAB A
5.      Mengkonfigurasi DHCP Server LAB A
6.      Ubah Ip address dan default gateway server LAB B
7.      Mengkonfigurasi DHCP Server LAB B
8.      Pada switch pilih CLI dan lakukan inisialisasi dan konfigurasi berikut
9.      Tampilan VLAN A dan VLAN B yang telah aktif
10.  Lakukan konfigurasi , masukkan port aktif pada VLAN server A dan VLAn server B

11.  Tampilan port semua yang telah aktif
12.  Melakukan setting DHCP pada komputer
13.  Kita hubungkan router dangan FastEthernet 0/0 dan hubungkan router ke switch dengan FastEthernet 0/24
14.  Selanjutnya konfigurasi router dangan VLAN 100 dan VLAN 200

15.  Selanjutnya setting switch dan masuk ke mode trunk
16.  Coba ping anatar server A dan Server B maka akan berhasil

Diagnosa dan Troubleshooting Masalah : -
Kesimpulan Percobaan :
Kesimpulan pada praktikum kali ini adalah Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman web dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server web berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah halaman web yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya. Pengguna, biasanya melalui aplikasi pengguna seperti peramban web, meminta layanan atas berkas ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian server sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan halaman dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut jika halaman yang diminta tidak tersedia.
Teknologi VLAN (Virtual Local Area Network) bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. VLAN adalah kelompok device dalam sebuah LAN yang dikonfigurasi (menggunakan software manajemen) sehingga mereka dapat saling berkomunikasi asalkan dihubungkan dengan jaringan yang sama walaupun secara fisikal mereka berada pada segmen LAN yang berbeda. Jadi VLAN dibuat bukan berdasarkan koneksi fisikal namun lebih pada koneksi logikal, yang tentunya lebih fleksibel. Secara logika, VLAN membagi jaringan ke dalam beberapa subnetwork. VLAN mengijinkan banyak subnet dalam jaringan yang menggunakan switch yang sama.
Dengan menggunakan VLAN, kita dapat melakukan segmentasi jaringan switch berbasis pada fungsi, departemen atau pun tim proyek. Kita dapat juga mengelola jaringan kita sejalan dengan kebutuhan pertumbuhan perusahaan sehingga para pekerja dapat mengakses segmen jaringan yang sama walaupun berada dalam lokasi yang berbeda.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar