Selasa, 24 Desember 2019

Laporan VIII

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM

Nama
: M Ricko Setiawan K
NIM 
: 1611016310015

Judul Praktikum : Konfigurasi Dasar Linux Debian
Hasil & Pembahasan Praktikum :
Pada praktikum ini membahas tentang konfigurasi dasar debian menggunakan debian OS (Operating System)  di VirtualBox . Linux Debian merupakan sistem  operasi yang fungsinya bisa sebagai server jaringan atau pengatur proses jaringan seperti router dan yang lainnya.
Prosedur Praktikum :
Konfigurasi IP Server
1.      Pertama, login sebagai root kemudian lakukan konfigurasi IP pada Linux Debian dengan perintah #nano /etc/network/interfaces.
2.      Lakukan restart service dengan perintah #service networking restart.

3.      Kemudian cek apakah konfigurasi berhasil dengan perintah #ifconfig

Menginstall Bind9
1.      Install Bind9 dengan perintah #apt-get install Bind9. Masukkan CD instalasi Debian, kemudian pilih Continue dengan mengetik Y dan menekan Enter.
2.      Masuk ke direktori /etc/bind/ untuk menampilkan file-file konfigurasi Bind9 dengan perintah #cd /etc/bind. Kemudian untuk menampilkan list direktori ketikkan perintah #ls.

3.      Buka file named.conf.default-zones menggunakan nano kemudian konfigurasi forward lookup zones dan reverse lookup zones­. Contoh berikut ini dengan membuat domain “nursyifaziza.com” pada forward lookup zones dan “192-in-addr.arpa” pada reverse lookup zones (192 diambil dari octet pertama IP Address DNS Server) beserta nama file konfigurasinya.

4.      Salin file konfigurasi forward dan reverse lookup zones yang lama ke file konfigurasi   yang baru kita buat.
5.      Lakukan pengeditan menggunakan nano pada file konfigurasi forward dan reverse lookup zones, lalu edit keduanya seperti di bawah ini.

6.      Simpan perubahan, kemudian restart konfigurasi Bind9 dengan perintah #service bind9 restart.
7.      Lakukan pengeditan menggunakan nano pada file resolv.conf dengan perintah #nano /etc/resolv.conf.

8.      Terakhir, uji DNS yang telah dibuat menggunakan perintah #nslookup fauziramadhani.com dan #nslookup 192.168.100.1.
Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :
Tidak dapatnya ip DHCP Server ke client, maka hal pertama adalah melakukan pengecekan file di skrip dhcp.conf lihat lagi karena sedikit aja typo maka skrip tidak berjalan dan file isc-dhcp-server disana sangat rawan terjadi karena disana menentukan jalur port yang ingin di berikan dhcpnya, yang terakhir coba atur konfigurasi di virtualbox buka berkas lalu Preferensi dan nonaktifkan fungsi Server DHCP nya karena disasa di mesin virtual otomatis memberikan dhcp ke client maka nonaktifkan saja maka masalah selesai.
Kesimpulan Percobaan :
Debian adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka secara gratis yang fungsinya bisa sebagai server jaringan atau pengatur proses jaringan seperti router, cocok digunakan untuk pemuatan server dan administarsi jaringan. Untuk instalasi konfigurasi dasar debian dapat dilakukan menggunakan Linux Debian dan sejenisnya. Debian didesain gratis  walau memahaminya cukup rumit karena menggunakan CLI tetapi dalam sistem keamanannya atau securitynya sangat kuat bahkan jarang masuk virus dan sangat baik digunakan untuk keperluan administrasi jaringan komputer seperti merancang dan membangun sebuah sistem jaringan komputer skala kecil hingga yang kompleks sekalipun.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar